Halaman

Senin, 02 Mei 2011

BAHAGIAKU SURGA MEREKA DAN DERITAKU PILU MEREKA

Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua yang berada di ruangan ini kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai berbicara tentang cinta ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita yaitu keluarga terutama orang tua keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta kasih sayang dukungan serta bimbingan dari orang tua

BAHAGIAKU SURGA MEREKA DAN DERITAKU PILU MEREKA
BY : FEBY

Aku berdiri mengenakan toga ini

Disebuah jalan setapak yang gelap

Pandanganku tertuju pada dua orang dikejauhan sana

Dengan senyuman yang tak asing dimataku

Dua orang yang aku hargai

Dua orang yang sangat aku hormati

Aku cintai dan aku sayangi

Ya mereka papa dan mamaku

Dengan disertai senyuman

Aku berjalan menghampiri mereka

Seiring dengan langkah terlintas dibenaku

Atas apa yang telah mereka lakukan

Terhadap hidupku selama ini

Mama yang telah mengandungku selama 9 bulan

Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya

Hingga aku dapat hadir didunia ini

Mama juga yang telah merawatku

Dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

Papa yang telah mendidiku

Papa yang rela bekerja banting tulang

Iklas mengeluarkan keringatnya

Agar aku dapat menikmati hidup

Detik demi detik, hari demi hari bahkan tahun demi tahun

Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka

Sering aku tutup kuping gak mau dengarin nasehat mereka

Sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku

Sering aku ngelawan jika mereka marah karena kenakalanku

Sering juga aku banting pintu dihadapan mereka

Jika mereka tidak mengabulkan permintaanku

Dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar

Yang gak pantas mereka dengar dari bibirku

Dasar cerewet, kuno, kolot

Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku

Tidak, tidak sama sekali

Mereka dapat tulus memaafkan kekhilafanku

Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka

Bahkan mereka tetap menyebut namaku di setiap doa-doa mereka

Hingga aku menjadi seperti sekarang ini

Ya tuhan betapa durhakanya aku

Tak sadarkan aku bahwa mereka

Orang yang sangat berarti dalam hidupku

Langkah-langkahku terhenti dihadapan mereka

Dan kupandangi papa dan mamaku inci demi inci

Badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk

Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih

Dan kulit mereka yang dulu kencang

Kini mulai berkeriput

Kutatap mata mereka yang berbinar-binar

Dan mulai meneteskan air mata bahagia

Air mata haru, air mata bangga

Melihatku memakai toga ini

Ku cium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata

Papa, mama yang aku berikan hari ini

Tidak akan cukup membalas

Semua yang telah papa dan mama

Berikan selama ini kepada ku

Terima kasih pa, terima kasih ma

Aku saying papa dan mama sampai akhir hayatku

Terima kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar