Simpang siur keramaian kota
Deru ombak dipantai panjang
Desir angin membuai kalbu
mentari bersinar diupuk timur
terasa senda gurauan
begitu indah dalam ingatan
tercatat dalam memori kenangan
tertulis rapi dalam sebuah catatan
mengapa ini hanya menjadi sebuah memori
mengapa harus abadi sebagai kenangan
mengapa tertulis hanya untuk cerita
yang tak bisa menjadi nyata
mengapa dikeramaian menjadi sepi
mengapa deru ombak tak menghempas lagi
mengapa desir angin terasa seperti duri
bahkan terik matahari seperti kobaran api
ya Tuhan dibumi Raflesia ini cintaku tumbuh
dengan ketulusan hati yang penuh ikhlas
dengan kebahagyaan yang ku harapkan
ku titipkan CIntaku ini untukmu Ya Rabb
jagalah diya dimanapun diya berada
peliharalah diya dalam segala cobaanmu
lindungilah diya dari segala mara bahayamu
sayang dan dekaplah diya dalam kedukaannya.
Deru ombak dipantai panjang
Desir angin membuai kalbu
mentari bersinar diupuk timur
terasa senda gurauan
begitu indah dalam ingatan
tercatat dalam memori kenangan
tertulis rapi dalam sebuah catatan
mengapa ini hanya menjadi sebuah memori
mengapa harus abadi sebagai kenangan
mengapa tertulis hanya untuk cerita
yang tak bisa menjadi nyata
mengapa dikeramaian menjadi sepi
mengapa deru ombak tak menghempas lagi
mengapa desir angin terasa seperti duri
bahkan terik matahari seperti kobaran api
ya Tuhan dibumi Raflesia ini cintaku tumbuh
dengan ketulusan hati yang penuh ikhlas
dengan kebahagyaan yang ku harapkan
ku titipkan CIntaku ini untukmu Ya Rabb
jagalah diya dimanapun diya berada
peliharalah diya dalam segala cobaanmu
lindungilah diya dari segala mara bahayamu
sayang dan dekaplah diya dalam kedukaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar