Halaman

Jumat, 10 April 2015

Perjalanan Kita 2

Keyakinan hatiku untuk mencntaimu, tak pernah ingin ku lukai hatimu, aku berusaha kuat untk selalu belajar bagaimana cara membuat kamu terus tertawa bahagya dan nyaman disisiku, hingga tak ingin berpisah dari kehidupanku, jika perpisahan itu terjadi maka akulah yang akan terluka, dan hal itu telah terlihat dari setelah perpisahan kita, waktu itu dimana aku sangat menyesal telah melepaskanmu, dengan begitu mudah aku melepaskan cinta ini, dan akhirnya membuat aku menyesal sehingga aku tenggelam dalam keterpurukan, dan penyesalan yang mendalam. 

Aku bukanlah sang pangeran yang bisa membangunkan putri tidur hanya karena ciuman cinta sejatinya, bukan juga seperti Harry Potter yang hanya bisa mengayuhkan tongkatnya untuk menciptakan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, tidak juga seperti penyihir yang bisa membuat kamu tergila-gila akan cintaku, cinta yang terlahir dari hati ini. Tetapi ini bukanlah musim salju yang membuat hati beku, bukan juga topan badai yang bisa membuat tubuh ini terombang ambing dalam menantikan cinta, bagaimana aku bisa melewati hari-hari seperti ini, aku selalu membayangkan hal-hal yang indah padahal itu hanyalah Patamorgana, kiasan, aah sudahlah untuk apa aku harus pusing-pusing memikirkan itu..

"haaiii saiiyank apa yang sedang kau pikirkan" tiba-tiba istrinya menyejutkanku dari lamunan ini, mungkin diya sedang menerka kalau aku sedang memikirkan yang enggak-enggak tentang kehidupan ini, tapi bisa saja hal itu terjadi 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar